Kamis, 03 Januari 2013

Takdir Tuhan atau Keberuntungan (obrolan bersama orang tidak dikenal)


OTD≥ Apa Anda percaya bahwa takdir seseorang telah tertulis sebelum ia terlahir ke dunia ini?

MAA≥ Sangat percaya dan saya wajib meyakini itu.

OTD≥ Jika demikian untuk apa manusia berjuang sebab bukankah sudah tertulis apa yang terjadi dalam kehidupannya?

MAA≥ Sangat benar apa yang Anda katakan bahwa manusia terlahir dan sudah tertulis cerita kehidupannya, tapi perlu Anda ketahui bahwa Tuhan memberikan ruang gerak dari apa yang Tuhan gariskan kepada Hamba-Nya.

OTD≥ Ruang gerak? Apakah itu berarti takdir masih mungkin berubah?

MAA≥ Iya ruang gerak. Kalau menurut pengetahuan saya bahwa yang terjadi bukanlah perubahan takdir, akan tetapi pergeseran takdir.

OTD≥ Apa perbedaan keduanya, bukankah sama-sama meninggalkan keadaan sebelumnya yaitu perubahan dan pergeseran. Tentu bila hal itu terjadi berarti telah berpindah atau berubah?

MAA≥ Maka itu tadi saya mengatakan Tuhan memberikan ruang gerak. Contoh seperti ini, saat ini kita berada dalam satu ruangan, coba Anda bergeser ke arah lain. Sekarang perhatikan walaupun Anda telah bergeser tapi Anda tetap masih dalam ruangan ini karna Anda memiliki ruang gerak. Begitu pula konsep takdir yang Tuhan berikan kepada Hamba-Nya.

OTD≥ Apakah ada alasan yang logis untuk itu? Anda tidak perlu menyampaikan ayat Al-Qur'an atau Hadits karna hal itu juga butuh penjelasan yang mendalam sehingga saya rasa sebaiknya Anda langsung saja menjelaskan intinya.

MAA≥ Saya bukan hanya sekadar punya alasan pembenaran atas apa yang saya utarakan tadi, tetapi saya punya bukti logis yang bisa menjelaskan realita itu.

≈Jika manusia terlahir tanpa adanya takdir Tuhan yang menyertainya, maka yang ada pada kehidupan manusia hanyalah faktor keberuntungan atau kesialan. Kaya, miskin, tampan, cantik, tua, muda, pintar, bodoh, dan masih banyak lagi perkara dalam kehidupan ini merupakan adanya faktor takdir Tuhan. Jika Anda menyatakan itu bukan takdir tapi itu terjadi dengan sendirinya, berarti manusia bergantung pada faktor keberuntungan atau kesialan.

≈Kalau menurut Anda semua itu hanya faktor keburuntungan atau kesialan tanpa adanya keterlibatan takdir Tuhan, maka sebaiknya Anda berdiam diri saja lalu menunggu faktor keburuntungan Anda datang, karna untuk apa Anda berusaha kalau apa yang Anda lakukan adalah faktor keberuntungan atau kesialan. Berbeda ketika Anda harus meyakini adanya takdir Tuhan, dengan begitu Anda punya harapan agar takdir itu adalah takdir baik buat Anda, dan kalaupun telah tertulis takdir buruk, bukankah Tuhan memberikan ruang gerak dalam takdir kepada Hamba-Nya sehingga dengan do'a, usaha, serta kesabaran dan kegigihan Anda maka Niscaya akan terjadi pergeseran sebagaimana tadi Anda bergeser sebab adanya ruang gerak.

OTD≥ Baiklah, penjelesan Anda sangat memuaskan dan masuk akal. Tapi tentu saya sendiri harus mendalami lebih jauh sebelum meyakini apa yang Anda yakini saat ini. Saya senang bertemu orang seperti Anda yang memiliki pengetahuan luas dan berbicara yang mampu diterima oleh hukum logika.

MAA≥ Saya pun senang bertemu Anda hari ini, semoga masih ada pertemuan selanjutnya agar Anda dan saya bisa mempelajari apa-apa yang sebelumnya dipelajari. Sampai jumpa kembali, semoga hari Anda menyenangkan.

OTD≥ Thanks.. see you later. Bye..!

≈≈≈≈≈

Obrolan tadi bersifat pribadi dan segalah bentuk pernyataan dari saya merupakan pendapat pribadi saya sendiri sehingga sangat memungkinkan terjadinya kekeliruan dalam menyampaikan atau menjawab perntanyaan orang tersebut.

Dengan begitu saya harap teman-teman yang punya pendapat dan jauh lebih memahami apa yang kami bicarakan ini, maka besar harapan saya agar sekiranya teman-teman mau menyampaikannya disini.

Terima Kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar