Kamis, 03 Januari 2013

Kekasih Allah


Dalam kehidupan ini berbagai cerita yang tertulis, ada kebahagiaan dan ada kesedihan. Selalu ada dua sisi proses kehidupan dan setiap orang punya cara sendiri menyikapi kehidupannya. Namun diantara sekian banyak karakter seseorang menyikapi kehidupan, saya begitu tertarik dengan "Kekasih Allah" karena mereka tidak terikat oleh keadaan, yang ada dalam kehidupannya hanyalah rasa bahagia disemua keadaan.

Apapun bentuk persoalan kehidupannya "Kekasih Allah" selalu menerima dengan ikhlas, "Kekasih Allah" selalu ridho apapun yang terjadi dalam kehidupannya. Ketika "Kekasih Allah" diberikan kesulitan, mereka menganggap itu hadiah Allah kepadanya sebagai tempat untuk mereka melatih kesabarannya dan ketika mereka mendapat kemudahan dalam kehidupannya, maka ia juga menganggap itu hadiah Allah kepadanya sebagai tempat untuk mereka melatih kesyukurannya.

Berbeda dengan kita yang masih terikat oleh keadaan, ketika Allah memberikan kemudahan kita bersyukur, ketika Allah memberikan kesulitan kita mengeluh. Saat cobaan datang kita berdiam diri dengan keluhan, dan meminta kepada Allah agar dijauhkan dari cobaan karena tidak sanggup lagi, memang tidak salah kita berdo'a meminta segera dijauhkan dari cobaan itu, tapi ketika kita berfikir lebih jauh bukankah Allah sudah pasti memberikan sesuatu yang terbaik Menurut-Nya, jika demikian kenapa kita meminta sesuatu untuk menggantikan yang terbaik itu.

Terkadang kita sudah merasa sudah menyerahkan diri kita kepada Allah, tetapi saat Dia ingin mendekat kepada kita dengan cobaan-cobaan yang Dia berikan sebaliknya kita yang membuat Dia menjauhi kita karena keluhan-keluhan serta rasa tidak bersyukur kita kepada apa yang telah Dia berikan.

Kita selalu mengharapkan keridhoan Allah tetapi kita terkadang lupa apakah kita selalu ridho kepada Allah, ridho atas apapun yang Allah berikan kepada kita ataukah kita hanya ridho ketika Allah memberikan kemudahan, dan disaat Allah memberikan kesulitan kita tidak lagi ridho, kita mengeluh, kita bersedih, dan kita mengatakan kepada Allah, "YA ALLAH KENAPA ENGKAU UJI AKU DEMIKIAN BERAT".

"Kekasih Allah" bukanlah mereka yang kaya

"Kekasih Allah" bukanlah mereka yang miskin

"Kekasih Allah" bukanlah mereka yang tampan

"Kekasih Allah" bukanlah mereka yang cantik

"Kekasih Allah" bukanlah mereka yang jelek

"Kekasih Allah" bukanlah mereka yang pintar

"Kekasih Allah" bukanlah mereka yang bodoh

"Kekasih Allah" bukanlah mereka yang berkuasa

"Kekasih Allah" bukanlah mereka yang tertindas

Semua itu bukanlah jaminan untuk kita menjadi "Kekasih Allah" karena "Kekasih Allah" adalah mereka yang beribadah dengan ikhlas, adalah mereka yang ridho kepada Allah, dan adalah mereka beribadah tanpa terikat keadaan.

Untuk apa kita kaya jika kita miskin hati

Untuk apa kita tampan/cantik rupa jika akhlaq kita buruk

Untuk apa kita pintar jika itu yang membodohkan kita

Untuk apa kita berkuasa jika kita dikuasai nafsu

≈≈≈≈

"Kekasih Allah" tidak terikat oleh keadaan seseorang, siapapun kita, apapun kedudukan kita, dan dari manapun kita berasal, InsyaAllah kita bisa menjadi "Kekasih Allah"

Jika kita bersungguh-sungguh ingin menjadi "Kekasih Allah", mulai detik ini juga mari kita bertaubat sebenar-benarnya taubat, meninggalkan segalah bentuk keburukan, tidak mengerjakan larangan Allah, dan memperbanyak kegiatan yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya.


≈≈≈

Allah Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang

Ya Allah Tuhan kami.. Berikanlah Ampunan-Mu kepada kami.. Angkatlah kami dari jalan yang Engkau murkai ke jalan yang Engkau Ridhoi.

Ya Allah Tuhan kami.. Permintaan kami ini bukan perintah, kami hanya meminta Kasih Sayang-Mu kepada kami, dan kami pun ridho menerima apapun yang Engkau berikan karena kami yakin Engkau jauh lebih mengetahui kebutuhan kami.

Terima kasih Ya Allah atas segalah karunia yang telah Engkau berikan kepada kami dan yang masih Engkau simpan untuk kami.

Terima kasih Ya Allah atas apa yang Engkau perlihatkan kepada kami dan apa yang Engkau hijab diantara kami.

Aamiin...

≈≈≈

Tidak ada komentar:

Posting Komentar