Malam menyapa kembali dalam kidung rindu yang tertahan.
Ku bentangkan bait-bait cinta kian merapuh menikmati kesendirian.
Kesungguhan tertutupi oleh luka masa lalu mengusik pinggiran bahagia diujung sana.
Hembusan angin meraung, membisikkan keheningan menyapa kegersangan hati tanpa kekasih.
Bunga cinta telah tumbuh mekar bersemi dalam taman hati penuh keinginan tanpa harapan.
Sesak di dada mengenang indahnya kisah yang berlalu pergi dan kini tiada menoleh karna perihnya terbayang.
Wahai bulan yang menyapa seakan mengerti rasaku, bisikkan kerinduanku padanya yang aku cinta.
Namun bila rinduku hanya mengusik bahagianya, kembali bawakan kerinduanku dan hempaskan dilautan kehampaan.
Kabari aku tentangnya, adakah ia kini telah bahagia bersama pilihannya. Kabari aku senyum dan tawanya yang senantiasa menghiasa wajah cantiknya.
Dengarlah wahai pujaanku, biarpun pandangan terhalangi namun indahmu nyata dalam mindaku.
Walau sapa tak lagi terdengar namun kelembutan suaramu masih terdengar dalam lamunanku.
Kala terduduk menatap bulan yang begitu indah, kulihat lukisan wajahmu menghiasi pandanganku.
Semakin rindu mengingat kisah yang pernah hadir memberi warna penuh keteduhan jiwa.
♥♥♥♥♥♥♥
Ya Tuhan kami penguasa hati...
Jika cintaku adalah bahagianya, maka mudahkan aku mencintainya selamanya.
Dan jika rinduku adalah senyumnya, maka biarkan hatiku terus merinduinya tanpa batas akhir.
Jika cintaku adalah sedihnya, maka hapuskan rasaku padanya.
Dan jika rinduku padanya adalah beban hatinya, maka hilangkan kerinduanku malam ini.
Jadikan cintaku pembawa bahagia, jadikan rinduku pengukir senyum, dan jadikan hadirku tanpa beban.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar