Kamis, 03 Januari 2013

♦♦♦NILAI KESEMPURNAAN IMAN♦♦♦


Kesempurnaan yang hakiki tentu hanya milik Tuhan, sedangkan kita hanya bisa memiliki nilai kesempurnaan. Kita semua bisa mencapai nilai kesempurnaan dalam hal apapun sebab kita diberikan keterbatasan oleh Tuhan, dan jika batasan itu telah kita capai berarti kita telah mencapai nilai kesempurnaan. Itulah hikmah keterbatasan manusia, andai Tuhan tidak membatasi kemampuan manusia maka tentu manusia tidak akan mencapai nilai kesempurnaan sebab tanpa batas, tanpa ada sesuatu yang bisa dijadikan ukuran pencapaian akhir.

Begitu pula dengan keimanan seseorang, setiap orang memiliki perbedaan standar nilai kesempurnaan iman. Ulama (berilmu) tentu standar keimanannya diatas standar keimanan insan biasa, akan tetapi semua tetap bisa mencapai nilai kesempurnaan pada kadarnya masing-masing. Hal itu tercapai apabila seseorang mengoptimalkan amalianya sesuai dengan kalam yang dia miliki. Namun jika seseorang belum optimal beribadah sesuai dengan apa yang dia ketahui maka tingkat keimanannya belum mencapai nilai kesempurnaan. 

Bila seorang ulama beribadah sama ibadahnya dengan seorang yang masih minim dalam ilmu agama maka ulama itu masih belum mencapai nilai kesempurnaan sebab dia belum melakukan apa yang dia pahami. Dan jika yang minim ilmu agamanya telah mengoptimalkan ibadahnya sesuai dengan apa yang dia pahami maka dia telah mencapai nilai kesempurnaan. Jadi bisa dipastikan bahwa dia lebih taat jika dibanding dengan mereka yang paham agama tapi tidak mengoptimalkan ilmu tuk beribadah. 

Hanya saja hal ini jangan membuat kita jadi enggan tuk belajar lebih memahami ilmu agama sebab derajat memiliki tingkatan tertentu, jadi apabila kita memiliki pengetahuan agama yang luas dan mengoptimalkan pengetahuan kita dalam beribadah maka niscaya derajat kita juga tinggi. Tapi bukan berarti seseorang yang minim pengetahuan tentang ilmu agama tidak memiliki derajat atau tingkat kemuliaan diakhirat sebab semua memiliki kesempatan menikmati indahnya kehidupan abadi, hanya saja tingkat indahnya yang berbeda. 

Jadi tidak ada alasan bagi kita untuk tidak memperdalam pengetahuan kita tentang ilmu agama dan mengoptimalkan ibadah sesuai dengan apa yang telah kita pahami. Jika selama ini kita hanya beribadah separuh dari apa yang kita pahami, maka mari kita membuat komitmen dalam diri untuk lebih memperbaiki ibadah kita sesuai dengan apa yang kita pahami agar nilai kesempurnaan dalam kadarnya kita capai. 

≈≈≈NILAI KESEMPURNAAN BUKAN KARNA KITA TIDAK MEMILIKI KETERBATASAN AKAN TETAPI SUDAH MENGOPTIMALKAN PENGETAHUAN DAN BERTINDAK OPTIMAL SESUAI DENGAN APA YANG DIKETAHUI≈≈≈ 

≈≈≈GELAR ULAMA YANG SESUNGGUHNYA BUKAN KARENA KITA MEMILIKI PONPES, TETAPI KARENA ILMU/KALAM YANG KITA MILIKI KEMUDIAN MENGOPTIMALKANNYA DALAM BERIBADAH≈≈≈ 


≈≈≈SALAM UKHUWAH≈≈

Tidak ada komentar:

Posting Komentar