Disuatu malam seorang ustadz sedang berjalan sendiri menyusuri jalan setapak menuju sebuah masjid yang cukup jauh dari rumahnya. Ditengah perjalanan sang ustadz bertemu dengan sepasang anak muda sedang memadu kasih, tanpa rasa malu lelaki yang bersama wanita itu saling berpelukan dan sesekali berciuman. Astagfirullahaladzhim. "sahut ustadz dalam hati menyaksikan pemandangan dihadapannya.
Assalamu'alaikum..
Wa'alaikumsalam.. eh pak ustadz. "sahut pasangan sejoli itu
Sebelumnya saya minta maaf ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan kepada kalian berdua, dan InsyaAllah ini demi kebaikan kalian juga.
Ada apa ustadz. "Lelaki itu bertanya.
Setahu saya kalau tidak salah kalian berdua inikan bukan suami istri. Tapi semoga saya salah.
Iya dia bukan istri saya tapi pacar saya ustadz. "sementara wanita itu hanya tertunduk malu.
Lalu kenapa kalian berduaan dan bertingkah laku seperti pasangan yang telah menikah. Saudaraku seiman.. tidak pantas kalian berduaan sementara kalian bukanlah suami istri, apalagi maaf tadi saya melihat adengan yang seharusnya tidak patut kalian lakukan.
Saya mencintainya ustadz dan saya berjanji akan segera menikahinya. Saya janji. "Lelaki itu coba meyakinkan sang ustadz.
Kapan kamu akan menikahinya?
Sekitar 3 bulan lagilah ustadz kalau gak ada halangan.
Oh begitu.
Iya ustadz. Mohon do'anya. "Ketegangan yang tampak di wajah lelaki itu mulai meredah, pikirnya sang ustadz sudah tidak mempersoalkan apa yang mereka lakukan.
InsyaAllah.
Amin.
Tapi apakah kalian tahu apa yang terjadi sebentar lagi atau apakah perbuatan kalian malam ini tidak terjadi atau akan terhapus apabila kelak kalian jadi menikah? Saudaraku.. Niatmu menikahi kekasihmu itu sangat baik hanya niat baikmu itu malam ini ternoda oleh bisikan syaitan yang mengajak kalian berbuat dosa. Kesempatan kita hidup hanya pada saat itu juga, sedangkan setelahnya menjadi rahasia Allah. Tidak ada jaminan kalian akan menikah, andai pun ada jaminan pasti kalian akan menikah tidak semestinya juga kalian melakukan hal-hal yang dilaknat oleh Allah. Kita boleh mencintai kekasih kita bahkan memang dianjurkan saling mencintai tapi kita jangan melupakan batasan-batasan yang ditetapkan. Dan yang kalian lakukan malam ini sungguh sudah terlalu jauh dari batasan itu. Semoga Allah mengampuni kalian berdua. Sekarang kalian pulanglah ke rumah kalian masing-masing, tak baik kalian berduaan.
Ah.. jangan sotoi deh ustadz.. yang maksiatkan saya, tempat ini tempat umum, cewek ini cewek saya, jadi ustadz sama sekali tidak berhak melarang saya. Mending sekarang buruan ke masjid dah ditunggu tuh sama jamaahnya. "Lelaki tampak kesal mendengar nasehat dari sang ustadz, fikirnya apa yang dia lakukan adalah haknya yang penting tidak mengganggu orang lain.
Maaf saudarku.. tenangkan dirimu. Saya hanya menyampaikan apa yang menjadi kewajiban saya sebab saya pun kelak akan dimintai pertanggungjawaban sebagaimana kalian juga akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah. Benar.. itu hak kalian melakukan apa yang kalian ingin lakukan, tapi satu hal yang harus kalian ketahui bahwa adzab Allah sangat pedih dan seringkali turunnya murka Allah disuatu tempat seperti bencana atau musibah lainnya itu tidak luput dari perilaku hamba yang menempati daerah itu. Maksiat adalah perkara yang besar, dan sangat rentan terhadap murka Allah. Ketika terjadi bencana alam apakah hanya orang-orang bermaksiat menjadi korban? Tidak jarang dan bahkan mungkin korbannya lebih banyak orang-orang yang beriman ketimbang mereka yang lalai. Apakah kalian tega melihat tetangga, sanak saudara, serta mereka yang tak bersalah ikut menanggung perbuatan kalian. Ingatlah saudaraku.. terdapat hak-hak orang lain dalam diri kita. Sifat kita ada hak orang lain, harta kita ada hak orang lain, dan jabatan kita ada hak orang lain. Andai adzab itu turun hanya untuk yang berbuat maksiat dan yang tak bersalah tak menjadi korban maka lakukanlah apa yang kita sukai sekalipun hal itu bisa membuat Allah murka sebab hanya kita yang terimbas dampakanya, akan tetapi tidak segampang itu saudaraku. Tentu ada hikma yang bisa kita ambil dari hal itu. Yang demikian itu akan menjadikan hamba Allah saling mengingatkan, saling tolong menolong, saling bersatu membuat kedamaian disekitarnya. Sekali lagi mohon maaf kelancangan saya malam ini, sekarang terserah kalian berdua apakah masih ingin terus melakukan perbuatan yang dilaknat itu ataukah kalian segera berobat karna sesungguhnya Allah Maha Pengampun Lagi Penyayang. Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Wa'alaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh. "serentak mereka menjawab dan sepertinya mereka menyesali apa yang telah mereka lakukan malam ini.
Sementara sang ustadz bergegas menuju masjid karna suara adzan telah berkumandang.
♥¦♥¦♥Semoga Kita Semua Mampu Menjaga Hak-Hak Orang Lain Yang Ada Pada Diri Kita. Janganlah Kita Menjadi Penyebab Turunnya Murka Allah Kemudian Orang-Orang Tak Bersalah Ikut Menanggung Akibat Dari Kelakuan Kita♥¦♥¦♥

Tidak ada komentar:
Posting Komentar