Terkadang kita terlalu percaya diri "yang penting hati" akhirnya kita tidak menyadari telah melakukan kesalahan. Apalagi jaman ini, sepertinya sebagian orang sudah menganggap hal biasa yang seperti itu, katanya "kan yang penting hati". Jadi jangan heran kalau kita melihat pasangan-pasangan yang belum HALAL tapi sudah berani bergandengan tangan, bahkan ada yang lebih dari itu. Kalau ditanya kenapa melakukan itu, dengan enteng mereka menjawab "toh saya cuma berpegangan tangan, tidak lebih dari itu".
Sering pula saya mendapati pasangan belum halal yang tak biasa. Saya mengatakan tak biasa karena pelakunya adalah yang berpakaian indah (wanitanya pakai jilbab). Terkadang saya bertanya dalam hati, apa wanita itu tidak malu di sentuh bahkan sampai di rangkul oleh lelaki yang belum halal baginya. Jangankan wanita sepertinya, wanita manapun dalam islam sama sekali tidak boleh melakukan hal itu. Pantas saja kalau saya sering mendengar seorang wanita berucap "untuk apa mengenakan jilbab kalau kelakuan tidak baik, yang penting itu hati bukan soal pakai jilbab atau tidak".
Tapi tentunya hanya sebagian kecil yang seperti itu, saya yakin masih jauh lebih banyak wanita yang benar-benar menjaga harga dirinya. Lagi pula dalam hal ini wanita tidak sepenuhnya boleh disalahkan, kita juga harus lebih adil menyikapi hal ini sebab itu tidak akan terjadi tanpa adanya keinginan bersama dengan pasangannya (lelaki). Menurut saya lelakinya yang harus bisa menahan diri sebab dia adalah calon imam, dialah yang seharusnya menjadi penjaga bagi wanitanya, bukan malah bersama-sama melakukan kesalahan.
Meski demikian saya tetap lebih respek terhadap wanita yang mengenakan jilbab ketimbang wanita yang tidak mengenakan jilbab. Alasannya,
1. Jika ia mengenakan maka ia sudah menandakan dirinya seorang muslimah.
2. Ia sudah patuh pada perintah untuk menutup auratnya agar terhindar dari negatif.
3. Dengan berjilbab sebenarnya ia sudah berusaha menjadi wanita solehah.
Tapi bukan berarti saya menilai seseorang dari apa yang ia kenakan. Buat saya apabila seorang wanita mengenakan jilbab itu merupakan standard awal sebab kita tidak bisa pungkiri bahwa yang terlihat lebih dahulu tentu luaran seseorang. Maka itu saya mengatakan jauh lebih menyukai jika seseorang mengenakan pakaian layak ketimbang mereka yang berpakaian minim.
Bagaimana mungkin saya respek dengan mereka yang berpakaian minim hanya akan membuat dosa, lebih baik saya berpaling muka. Terserah mau dibilang sombong atau apalah istilahnya, toh kelak saya harus bertanggung jawab atas kelakuan mata selama hidup di dunia.
Saya pernah bertanya kepada seorang wanita, kenapa tidak mengenakan jilbab.. lagi-lagi dia menjawab "yang penting itu hati". Sebenarnya alasan yang seperti itu sudah terlalu sering saya dengarkan. Saya hanya tersenyum mendengar alasan seperti itu, tapi dalam hati berkata "luaran saja belum patuh pada kewajiban, bagaimana dengan hati".
≈Memang ada hal-hal "yang penting hati", tapi jangan dikaitkan dengan kewajiban. Jilbab itukan sebenarnya kewajiban setiap wanita muslimah, mau ikhlas atau tidak tetap harus mengenakan. Jangan berkelit "yang penting hati" sebab jauh lebih sulit menjaga hati ketimbang menjaga raga.
≈Enggan mengenakan karna takut dibilang norak oleh teman-teman? Kira-kira lebih bagus mana dibilang norak atau tidak diakui sebagai umat Baginda Rasulullah?
≈Enggan berjilbab karna tuntutan pekerjaan dan takut akan dipecat? Sebenarnya lebih takut di pecat dari kantor atau diharamkan surga?
Takutlah pada Alloh semata... Lebih baik dijauhi semua orang daripada dijauhi Alloh... Lebih baik mati kelaparan daripada mati dalam keadaan tidak beriman.
Hilang pekerjaan tidak ada nilainya dibanding Rahmat Alloh... Jangan gadaikan kewajiban dengan nilai materi atau kedudukan... Semua itu hanya kehampaan.
Luruskan niat, bulatkan tekad, abaikan semua yang menghalangi kita melakukan kewajiban-kewajiban mutlak. Jangan pernah mencari-cari alasan pembenaran atas kesalahan-kesalahan yang dilakukan.
≈Kesucian bukan karna kita tidak pernah melakukan kesalahan akan tetapi karna kita sudah berhenti melakukannya≈

Tidak ada komentar:
Posting Komentar