Aku mencintai seseorang yang takut kepada Tuhan.
Aku benci kepada seseorang yang berani melanggar perintah Tuhan. Seseorang yang lebih takut terhadap atasannya dikantor ketimbang rasa takutnya kepada Tuhan.
Aku mencintai seseorang yang kecantikannya tidak menutupi akhlaq baik.
Aku benci seseorang yang tampil cantik dengan pakaian terbuka hingga batas-batas islami tak lagi terlihat.
Aku mencintai seseorang yang memiliki kekayaan ilmu.
Aku benci dengan seseorang yang kekayaannya telah menjerumuskannya dalam jurang maksiat. Aku benci seseorang yang kekayaannya membuat dirinya tampil cantik dengan pakaian yang diatas semakin kebawah dan dibawah semakin keatas.
Aku mencintai seseorang yang menjaga ucapannya.
Aku benci seseorang yang tutur katanya ibarat kebun binatang atau bahkan kubangan sampah. Aku benci seseorang ucapannya dengan sengaja menyakiti hati orang lain.
Aku mencintai seseorang yang mengingatkanku tentang kematian.
Aku benci seseorang yang mengajakku menikmati hidup dengan cara hura-hura, menghadiri pesta-pesta yang didalamnya bagaikan kubangan dosa.
Aku mencintai seseorang yang menghadiri majelis dzikir.
Aku benci seseorang yang lebih memilih liburan ke pantai atau ke mall mengeluarkan biaya ketimbang seseorang yang memilih berdiam diri dan mengisi waktu dengan ibadah.
Aku mencintai seseorang yang bekerja dengan gaji yang kecil tapi berkah.
Aku benci seseorang yang bergaji tinggi akan tetapi kerjaannya telah membutakan jalannya menuju keberkahan. Telah membuatnya lupa akan kodratnya.
Aku mencintai wanita berjilbab.
Aku benci dengan seseorang yang berkata "yang penting hati (soal jilbab)" sebab bagiku bila hati seseorang bertakwa tentu tidak akan membuat lekuk tubuhnya dinikmati jutaan pasang mata.
Aku memang sangat mencintai seseorang yang masih dan terus menegakkan panji-panji kebenaran. Aku sangat mengagumi seseorang yang hidupnya tercurah dilingkaran ibadah. Aku sangat menyukai seseorang yang kehadirannya memberikan ketenangan hati dan tidak membuat mata, telinga dan bibir melakukan dosa.
≍Wahai sahabatku... kecintaanku kepada muslimah bukan karna ingin terpandang, bukan pula karna aku benci dengan yang lain akan tetapi kecintaanku merupakan wujud kepedulianku kepada generasi ini, generasi penerus, generasi penegak islam. Dan benciku kepada yang lain bukan karna rasa benci akan tetapi kebencian itu ada untuk sifat dan perilaku seseorang yang merusak citra keindahan islam. Benciku itu sebagai bentuk kepedulianku agar yang demikian menyadari betapa ia telah memilih sesuatu yang tidak baik≍
≍Wahai sahabatku.. Jika saat ini engkau telah memilih jalan keislaman sejati, jangan berhenti berjuang menyebarkan kebenaran-kebenaran agama tauhid ini. Tetaplah pada pendirian sekalipun begitu banyak rintangan, usah engkau pedulikan cemohan dari orang-orang yang menentangmu. Yakinlah Allah senantiasa menjagamu karna engkau telah berjuang dijalan yang benar≍
≍Wahai sahabatku yang kini masih dalam persimpangan arah.. Tentukan pilihanmu, hapuskan keraguan dihatimu, dan yakinlah ini jalan yang benar, jalan yang akan mempertemukanmu dengan Tuhan. Ingatlah sahabatku.. waktu itu adalah kehampaan, jadi gunakan yang ada saat ini, jangan menunggu dan terus menunggu untuk menjadi baik. Sahabatku.. kita tidak tahu apakah esok masih diberi kesempatan untuk bertobat, bisa jadi sesaat lagi malaikat datang menjemput kita≍
≍Wahai sahabatku.. Kita ini terlahir dalam keadaan suci, kenapa kita tidak mengupayakan kembali dalam keadaan suci. Jika kita mampu tampil bersih, menawan, anggun, dan tampil sempurna dihadapan orang-orang kenapa kita tidak berupaya tampil demikian dihadapan Tuhan. Dan ingatlah sahabatku.. Tuhan tidak seperti mereka yang tertipu oleh kemunafikan kita, Tuhan mengetahui aib-aib kita sekalipun kita menutupinya≍
♥♥♥Maafkan diri ini telah berbicara banyak. Aku hanya insan biasa yang berlumur dosa. Aku hanya mencoba menguraikan kalimat-kalimat dari pemikiran insan bodoh sepertiku. Aku bukanlah insan yang layak untuk mengingatkan kalian karna aku jauh lebih kotor dari kalian♥♥♥
♦♦♦~~~Salam Ukhuwah~~~♦♦♦

Tidak ada komentar:
Posting Komentar