Fulanah benarkah engkau mencintaiku?
Apa yang membuatmu meragukanku? Engkau meminta aku untuk datang kemari, aku turuti. Tahukah engkau bahwa aku duduk berdua denganmu disini sungguh mukaku ini seperti disiram air lumpur. Tapi kamu harus tahu ini yang pertama dan terakhir kita bertemu berdua, aku tidak ingin menimbulkan fitnah bagi mereka yang melihat kita. Aku menuruti permintaanmu kali ini karna aku mencitaimu.
Tapi aku juga ingin seperti orang lain, sampai kapan kita seperti ini? Menyentuh kulitmu saja engkau tidak memperbolehkanku, apa itu yang namanya cinta? Apa salahnya aku menggenggam jemarimu, atau sekedar menggandeng tanganmu. Itu wajar dalam pacaran. "Fulanah hanya diam namun tampak kekesalan diwajahnya.
Seperti siapa maksudmu? Aku tidak menyangka engkau punya fikiran seperti itu. Sadarkah apa yang engkau ucapkan? Ingat fulan... aku belum halal bagimu, dan engkau belum halal bagiku. Tidak sepantasnya kita bersentuhan.!! Apa itu yang dikatakan cinta, mengajak kekasihnya berbuat dosa. Engkau tega, engkau mengajakku melakukan perbuatan yang bisa membuat Allah murka kepadaku. Istigfarlah fulan... semoga Allah mengampunimu. Aku memang sangat mencintaimu melebihi cintaku pada diriku sendiri, aku menjaga cintaku kepadamu melebihi caraku menjaga kesucianku. Ketahuilah fulan.. bila aku mampu menjaga kesucianku, maka aku lebih bisa menjaga kesucian cintaku padamu. Tahukah engkau fulan.. sebaik-baik pasangan ialah mereka yang saling mengingatkan pada kebaikan, bukan saling menjerumuskan. Dan harus engkau pahami aku memang sangat mencintaimu, tapi aku tidak akan menjamin cintaku mampu bertahan bila engkau tidak menjagaku dalam kebaikan. Sewaktu-waktu aku bisa pergi meninggalkanmu hanya karena kelakuanmu sendiri. "Fulan tertunduk membisu mendengar penjelasan dari kekasihnya 'fulanah', seperinya si fulan menyesal dengan apa yang ia katakan tadi.
Fulan... aku harap engkau tidak lagi pernah mengucapkan kata itu jika benar engkau mencintaiku. Bersabarlah.. jika Allah berkehendak menyatuhkan kita, maka pada saat itu aku menjadi milikmu seutuhnya. Namun jika ternyata engkau tetap meragukan cintaku hanya karna aku tidak memenuhi keinginanmu, maka sebaiknya tinggalkan aku saat ini juga. Aku tidak akan pernah mengijinkanmu menyentuhku sebelum ada ijab kabul. Aku tidak akan menodai diriku sendiri sekalipun aku sangat mencintaimu, aku lebih baik ditinggalkan orang yang aku cintai daripada aku ditinggalkan Allah SWT, jika engkau yang pergi maka Allah akan mengirimkan seseorang yang tulus menyayangiku, tapi bila Allah yang meninggalkanku, maka aku takkan ada yang bisa menggantikanNya.
Fulan.., sebaiknya sekarang engkau pulang dan segeralah memohon ampun padaNya.. menyesallah atas ucapan dan keinginanmu tadi, tapi jika engkau tidak menyesalinya maka jangan pernah menghubungiku lagi. Maaf fulan.. aku harus pulang. Assalamu'alaikum. "Fulana berdiri dan hendak beranjak pergi meninggalkan kekasih yang hanya tertunduk lemah.
Wa'alaikumsalam.. "hanya itu yang fulan ucapkan, menatap fulanah pun ia tak sanggup. Mungkin si fulan sangat malu dengan ucapannya tadi.
Sementari itu fulanah berlalu pergi hingga tak terlihat lagi disekitar itu.
***Semoga kutipan diatas bisa dijadikan pelajaran buat kita semua, terutama bagi yang sedang menjalin atau mencari pasangan hidup. Dan bagi yang saat ini sedang menjalin hubungan dengan seseorang, bila wanita semoga mampu seperti fulanah, dan bila lelaki semoga tidak punya fikiran serta keinginan seperti fulan.
***Jika benar kita mencintai pasangan hendaknya kita saling menjaga kesucian, sebisa mungkin tidak melakukan hal-hal yang dilarang sekecil apapun itu sebab dosa yang kita anggap kecil bisa jadi itu dosa besar bagi Allah. Jangan hanya karna ingin membuktikan cinta kepada pasangan yang belum halal lalu kita sudi melakukan kebodohan.
***Kita tak perlu takut kehilangan orang yang kita cinta jika orang tersebut hanya ingin menjerumuskan kita dalam lubang dosa. Jika seseorang itu mengaku cinta kepada kita, maka sudah seharusnya ia menjaga kita dari segalah bentuk keburukan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar