≈JALAN HIDUP TIDAK SELALU MUDAH DAN TIDAK SELALU SULIT SEBAB HIDUP ADALAH PILIHAN BUKAN KEINGINAN≈
Kehidupan mengajak kita berfikir dan terus berfikir tanpa batas akhir. Segalahnya harus terfikirkan, entah itu awal atau akhir dari sesuatunya. Semakin sering berfikir maka akan semakin bertambah pengetahuan kita tentang kehidupan.
Menjalani kehidupan harus mengetahui banyak hal, dengan begitu akan semakin mudah menjalani kehidupan.
Namun sayang ada sebagian individu yang malas untuk berfikir tentang hakekat kehidupan, baginya kehidupan adalah apa yang di nikmatinya saat itu juga, dan apa yang akan terlihat di hadapannya. Yang demikian itu membuat seseorang lupa siapa dan untuk apa dirinya diberikan kehidupan oleh Tuhan.
Sejatinya sesuatu yang bermula pasti akan ada akhir atau kelanjutannya. Begitu pula dengan kehidupan saat ini (di dunia), ini hanyalah awal proses kehidupan menuju kehidupan yang di janjikan oleh Tuhan. Dan saya rasa semua tahu akan ada kehidupan yang abadi, hanya saja memikirkan serta berusaha mencapainya mungkin masih melangkah setengah-setengah.
Kehidupan yang baik itu tercapai apabila kita menjalaninya dengan totalitas. Tujuan yang jelas sangat penting kita prioritaskan, kemudian tindakan-tindakan kita harus jelas tertuju pada tujuan. Dan tujuan itu adalah kehidupan setelah kehidupan awal berlalu.
Sesungguhnya hidup itu tidak sulit, akan tetapi individu itu sendirilah yang membuat sulit. Menjalani kehidupan sangat mudah sebab Tuhan menyediakan sarana-sarana serta sudah mengatur mekanisme yang sempruna untuk manusia menjalani kehidupan dengan baik. Bila kita mengikuti semua aturan itu maka ada jaminan pasti kehidupan menjadi mudah dijalani.
≈BERJALANLAH SESUAI DENGAN CARA YANG DIAJARKAN AGAR KAKI MELANGKAH DENGAN MUDAH. JANGAN BERJALAN SEPERTI BERLARI SEBAB ITU AKAN MEMPERSULIT DIRI SENDIRI≈
Seharusnya kita malu mengaku hamba Tuhan bila sikap kita masih enggan mengikuti aturan Tuhan. Dan jangan sampai timbul dalam hati kita bahwa Tuhan mempersulit kehidupan manusia dengan aturan-aturanNya sebab aturan itu sejatinya dibuat untuk mempermudah kehidupan kita.
"Tuhan dalam fikiran kita"
Tidak selayaknya kita menyandingkan Tuhan dengan fikiran-fikiran tentang materi, jabatan, kekuasaan, dan lain sebagainya yang bersifat fana.
"Tuhan dalam hati kita"
Betapa beraninya kita mengatakan hal itu bila hati masih terselimuti kebencian, kesombongan, dan dipenuhi oleh cinta terhadap kehidupan yang sementara.
Begitu indah nikmat kehidupan ini, sudah sepantasnya seseorang memikirkan hal itu agar yang di nikmati memang keindahan sesungguhnya. Betapa ruginya kehidupan bila yang di nikmati hanya nikmat yang fana, nikmat yang sementara.
≈KEBODOHAN ITU BUKAN KARNA SESEORANG TIDAK MENGETAHUI APA-APA AKAN TETAPI KARNA MENGETAHUI BANYAK HAL. KEBODOHAN SANGAT DEKAT DENGAN SESEORANG YANG MEMILIKI PENGETAHUAN LUAS NAMUN PENGETAHUANNYA TELAH MEMBUAT DIRINYA TERBODOHKAN OLEH DIRINYA SENDIRI≈
Seorang anak kecil ketika melakukan kesalahan tidak akan dianggap bodoh sebab anak itu memang tidak mengetahui kalau yang dilakukannya adalah salah. Sedangkan seseorang yang mengetahui itu salah dan tetap melakukannya maka seseorang itu telah membodohkan dirinya sendiri. Itulah kebodohan yang nyata.
Tapi bukan berarti kita tidak perlu mengetahui banyak hal agar terhindar dari kebodohan sebab jika kita tidak mengetahui apa-apa maka kita tidak akan menjadi pintar sehingga tindakan kita selalu salah. Jauh lebih baik mengetahui banyak hal yang berpotensi menjadikan kita bodoh daripada tidak mengetahui apa-apa dan hanya akan menjadikan kita seseorang yang sia-sia.
≈JUJURLAH TERHADAP DIRI SENDIRI DALAM TINDAKAN, JANGAN MENJADIKAN DIRI TERHINA DALAM KEBODOHAN YANG SENGAJA DIBODOHKAN≈
≈JAUH LEBIH MUDAH BERTINDAK DALAM KEJUJURAN KETIMBANG BERTINDAK DENGAN PENUH KEBOHONGAN≈
≈TERHINA KARNA JUJUR JAUH LEBIH MULIA DARI MEREKA YANG MULIA DARI KEBOHONGAN≈
**Bukanlah mimpi yang aku jadikan nyata, tapi nyata yang aku biarkan jadi mimpi**
Wassalam

Tidak ada komentar:
Posting Komentar