Dalam kehidupan ini bersosialisasi memang sangat penting karena itu merupakan bagian dari ajaran agama. Dalam Islam sendiri banyak ayat yang menjelaskan tentang pentingnya sosialisasi termasuk dalam surah An-Nisa 1“Wat taqullâhal ladzîna tasâalûna bihî wal arhâm. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, yang dengan nama-Nya kamu saling memohon dan peliharalah silaturahim.”
Ayat tersebut dengan jelas perintah sosialisasi/silaturahim menjadi perintah kedua setelah perintah taqwa, hal itu berarti bahwa sosialisasi merupakan bagian dari taqwa atau ketaqwaan seseorang.
"Wahai Rasulullah kabarkanlah kepadaku amal yang dapat memasukkan akan ke surga". Rasulullah menjawab; "Engkau menyembah Allah, jangan menyekutukan-Nya dengan segala sesuatu, engkau dirikan shalat, tunaikan zakat dan engkau menyambung silaturahim". (HR. Bukhari)
Rasulullah pun dengan jelas menjelaskan bahwa silaturahim merupakan salah satu unsur yang bisa memasukkan seseorang kedalam surgaNya Allah.
Namun perlu dipahami bahwa sosialisasi atau silaturahim itu juga punya batasan, punya aturan. Tidak serta merta melaksanakannya begitu saja. Bersosialisasi juga harus dilandasi ketaqwaan, bukan asal membuka diri terhadap orang-orang sekitar.
Hal yang saya maksudkan disini ialah ketika seseroang ingin bersilaturahim atau bersosialisasi maka terlebih dahulu ia harus menghijabkan dirinya, terutama bagi seorang wanita.
Saat ini ada segilintir orang yang enggan berhijab hanya karena alasan sosialisasi. Sosialisasi yang dimaksudkan itu ialah sosisalisasi yang berkaitan dengan tuntutan pekerjaan atau semacamnya. Sungguh sangat lucu ketika seseorang menggadaikan hijabnya hanya karena faktor kehidupan sosialnya tanpa memperhatikan status silaturahimnya dengan TuhanNya.
Kemudian ada juga yang bersosialisasi dengan bebas, misal ke tempat-tempat yang "tidak baik", misal klub malam, atau semacamnya.
Tentu itu bukan bagian dari sosialisasi yang dimaksudkan dalam Al-Quran dan juga bukan yang Rasulullah maksudkan.
Semua orang harus memahami bahwa ajaran agama itu bukan ajaran yang dipelajari "setengah", tetapi ajaran agama adalah ajaran yang "sempurna" sehingga ajaran itu harus dipelajari secara utuh. Sebab apabila ajaran agama dipelajari, dipahami, dan dijalankan hanya separuhnya, maka itu bukan bagian dari ajaran agama itu lagi, tetapi tindakan pemikiran sendiri.
Saya pernah mendengar satu tanggapan yang seperti ini, "kok Si A (wanita) sangat jarang bergaul dengan tetangganya, bahkan ke mesjid pun sepertinya sangat jarang".
Khalayak umum perlu juga memahami bahwa seorang wanita yang menutup diri terhadap sosialisasi bukan berarti ia menutup tali silaturahim, tetapi banyak wanita muslim yang melakukan itu demi menjaga harga dirinya. Ia takut ketika ia bersosialisasi dengan khalayak umum atau ke tempat-tempat umum secara rutin atau bahkan sekali-kali itu akan menimbulkan fitnah atau hal itu bisa menimbulkan dosa terhadap yang melihatnya, maka alasan itulah yang terkadang membuat seorang wanita menutup diri. Karena itu merupakan bagian dari hijabnya dan silaturahimnya.
Ayat tersebut dengan jelas perintah sosialisasi/silaturahim menjadi perintah kedua setelah perintah taqwa, hal itu berarti bahwa sosialisasi merupakan bagian dari taqwa atau ketaqwaan seseorang.
"Wahai Rasulullah kabarkanlah kepadaku amal yang dapat memasukkan akan ke surga". Rasulullah menjawab; "Engkau menyembah Allah, jangan menyekutukan-Nya dengan segala sesuatu, engkau dirikan shalat, tunaikan zakat dan engkau menyambung silaturahim". (HR. Bukhari)
Rasulullah pun dengan jelas menjelaskan bahwa silaturahim merupakan salah satu unsur yang bisa memasukkan seseorang kedalam surgaNya Allah.
Namun perlu dipahami bahwa sosialisasi atau silaturahim itu juga punya batasan, punya aturan. Tidak serta merta melaksanakannya begitu saja. Bersosialisasi juga harus dilandasi ketaqwaan, bukan asal membuka diri terhadap orang-orang sekitar.
Hal yang saya maksudkan disini ialah ketika seseroang ingin bersilaturahim atau bersosialisasi maka terlebih dahulu ia harus menghijabkan dirinya, terutama bagi seorang wanita.
Saat ini ada segilintir orang yang enggan berhijab hanya karena alasan sosialisasi. Sosialisasi yang dimaksudkan itu ialah sosisalisasi yang berkaitan dengan tuntutan pekerjaan atau semacamnya. Sungguh sangat lucu ketika seseorang menggadaikan hijabnya hanya karena faktor kehidupan sosialnya tanpa memperhatikan status silaturahimnya dengan TuhanNya.
Kemudian ada juga yang bersosialisasi dengan bebas, misal ke tempat-tempat yang "tidak baik", misal klub malam, atau semacamnya.
Tentu itu bukan bagian dari sosialisasi yang dimaksudkan dalam Al-Quran dan juga bukan yang Rasulullah maksudkan.
Semua orang harus memahami bahwa ajaran agama itu bukan ajaran yang dipelajari "setengah", tetapi ajaran agama adalah ajaran yang "sempurna" sehingga ajaran itu harus dipelajari secara utuh. Sebab apabila ajaran agama dipelajari, dipahami, dan dijalankan hanya separuhnya, maka itu bukan bagian dari ajaran agama itu lagi, tetapi tindakan pemikiran sendiri.
Saya pernah mendengar satu tanggapan yang seperti ini, "kok Si A (wanita) sangat jarang bergaul dengan tetangganya, bahkan ke mesjid pun sepertinya sangat jarang".
Khalayak umum perlu juga memahami bahwa seorang wanita yang menutup diri terhadap sosialisasi bukan berarti ia menutup tali silaturahim, tetapi banyak wanita muslim yang melakukan itu demi menjaga harga dirinya. Ia takut ketika ia bersosialisasi dengan khalayak umum atau ke tempat-tempat umum secara rutin atau bahkan sekali-kali itu akan menimbulkan fitnah atau hal itu bisa menimbulkan dosa terhadap yang melihatnya, maka alasan itulah yang terkadang membuat seorang wanita menutup diri. Karena itu merupakan bagian dari hijabnya dan silaturahimnya.
Hendaknya seorang wanita benar-benar memahami apa yang dimaksudkan dengan silaturahim, sehingga tidak terjerumus kedalam pergaulan yang tidak baik.
Dan seorang wanita juga harus memahami bahwa berhijab itu bukanlah persoalan pakaian yang sekedar menutup aurat, itu hanyalah simbolnya saja.
Bagian terpenting dari sosialisasi ialah silaturahim yang mendatangkan kebaikan, bukan sekedar bersosialisasi.

Informasi yang bagus,
BalasHapusAda info yg lebih bagus lagi Terobosan Besar Bisnis isi ATM!Uang langsung transfer ke rek kita tanpa lewat admin! lihat selengkapnya di..
isi-ATM